BlackRock Luncurkan Staked Ethereum ETF, ETH Melonjak 20% dalam Delapan Hari – VEC AI News

Ether (ETH) mencatatkan performa impresif dengan kenaikan sekitar 20 persen dalam delapan hari perdagangan pada Maret 2026, didorong oleh peluncuran iShares Staked Ethereum Trust ETF (ETHB) milik BlackRock pada 12 Maret. Produk ini menjadi terobosan penting karena menjadi ETF Ethereum pertama yang mengintegrasikan staking rewards langsung, menawarkan yield hingga 3 persen kepada investor institusi tanpa kerumitan teknis staking mandiri.

Sebelum peluncuran, harga ETH sempat tertekan dan mendekati level $2.000 akibat koreksi pasar yang lebih luas. Namun, debut ETHB langsung mengubah narasi pasar. Dalam 24 jam pertama saja, ETF ini berhasil menarik inflow sekitar $155 juta, menjadi salah satu debut terkuat di kategori produk kripto. Harga ETH pun melonjak ke kisaran $2.300, sementara inflow mingguan ke seluruh Ethereum ETF mencapai rekor $160,8 juta.

Latar belakang peluncuran ini sangat strategis. Sebelumnya, ETF Ethereum spot konvensional tidak menyertakan fitur staking karena kendala regulasi. BlackRock berhasil mendapatkan persetujuan untuk menyertakan staking hingga 70-95 persen dari aset yang dikelola, dengan distribusi reward secara periodik kepada pemegang saham. Langkah ini sangat menjawab permintaan investor institusi yang ingin mendapatkan pendapatan pasif dari Ethereum sambil tetap berada dalam kerangka investasi tradisional yang sudah familiar.

Total value locked di ekosistem DeFi Ethereum tetap stabil di atas $86 miliar, menunjukkan ketahanan fundamental jaringan. Jumlah ETH yang distake terus meningkat, sementara aktivitas developer di Ethereum tetap tinggi dengan lebih dari 31.000 kontributor aktif. Upgrade mendatang seperti Glamsterdam diharapkan dapat meningkatkan skalabilitas jaringan secara signifikan, termasuk peningkatan kapasitas blob dan penerapan account abstraction yang lebih luas.

Analisis pasar menunjukkan adanya rotasi modal dari Bitcoin ke Ethereum. Sementara Bitcoin lebih dilihat sebagai store of value, Ethereum menonjol berkat utilitasnya yang tinggi di DeFi, NFT, dan aplikasi Web3. Peluncuran staked ETF ini memberikan diferensiasi yang jelas dibandingkan ETF Ethereum konvensional yang sempat mengalami outflow. Fitur yield staking menjadi daya tarik utama bagi investor yang mencari return lebih tinggi di tengah suku bunga yang tinggi.

Dari sisi regulasi, keputusan SEC dan CFTC pada 17 Maret 2026 yang mengklasifikasikan Ethereum sebagai digital commodity menjadi katalis tambahan. Panduan ini juga secara eksplisit menyatakan bahwa staking bukan merupakan transaksi sekuritas, sehingga membuka jalan lebih lebar bagi produk-produk serupa di masa depan. Di Eropa, MiCA yang akan berlaku penuh pada Juli 2026 juga memberikan kerangka yang mendukung inovasi sambil menjaga perlindungan investor.

Perbandingan dengan Bitcoin menarik. Meskipun Bitcoin mengalami tekanan outflow ETF, Ethereum justru menunjukkan kekuatan relatif berkat katalis internalnya. Hal ini memperkuat narasi bahwa Ethereum bukan hanya aset spekulatif, melainkan infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang dan menarik bagi institusi besar.

Insight penutup: Peluncuran staked Ethereum ETF oleh BlackRock merupakan milestone penting dalam perjalanan maturasi Ethereum sebagai aset yield-bearing di pasar keuangan konvensional. Kemudahan akses staking melalui struktur ETF yang sudah dikenal luas berpotensi menarik arus modal institusional baru yang sangat besar, sekaligus mengurangi tekanan jual jangka pendek. Dengan fundamental jaringan yang kuat, aktivitas developer yang konsisten, dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Ethereum berada di posisi yang baik untuk pertumbuhan jangka menengah hingga panjang sepanjang 2026. Namun, seperti biasa, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas makro dan risiko regulasi yang masih ada. Artikel ini bukan saran investasi dan disarankan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Sumber: CoinTelegraph, Bloomberg, BlackRock, CoinDesk, The Block, Farside Investors